Powered By Blogger

Rabu, 07 Mei 2014

Sejarah Ip Man Wing Chun







Banyak cerita beredar tentang asal-usul beladiri Wing Chun, terutama Wing Chun aliran Ip Man. Ada yang mengatakan berasal dari pengamatan seorang gadis ahli beladiri, ketika sang gadis yang bernama Wing Chun itu secara tak sengaja melihat pertarungan antara seekor bangau dan ular. Pertarungan itu kemudian menginspirasinya untuk mengombinasikan ilmu beladiri dengan gerakan bangau dan ular, sehingga memiliki ciri khas dan jadilah Wing Chun yang diajarkan secara turun temurun hingga sekarang ini.


Meskipun banyak versi, tapi cerita  paling populer bermula dari biksuni (biksu wanita) yang melarikan diri ke Yunnan bernama Ng Mui. Dia merasa iba dengan seorang gadis bernama Wing Chun yang dipaksa menikah oleh kepala gangster yang menguasai daerah gadis jelita itu. Ng Mui bisa saja langsung menghajar kepala gangster itu untuk menolong Wing Chun, tapi risiko yang harus ditanggung terlalu besar, yaitu terlacak oleh tentara Qing yang sedang gencar memburunya. Ng Mui berpikir keras untuk menemukan metode yang singkat dan efektif untuk mengajari sang gadis beladiri. Singkat cerita setelah ditemukan cara yang efektif, Wing Chun belajar dengan sangat giat,agar bisa mengalahkan pria yang lebih besar dan ahli beladiri. Saat acara lamaran tiba kepala gangster itu pun kaget ketika gadis pujaannya menolak permintaannya, yang membuat emosinya naik, tapi hal itu tidak berguna ketika Wing Chun mampu mengalahkannya dengan mudah.

Wing Chun akhirnya menikah, dan mengajarkan beladiri ini kepada suaminya. Setelah itu secara turun temurun beladiri ini diturunkan dengan nama leluhurnya yaitu, Wing Chun. Tak banyak informasi yang bisa didapat tentang persebaran beladiri dari ini, tapi menjadi semakin terkenal ketika masa-masa Leung Jan, yang merupakan pendekar dan tabib yang terkenal di Fo Shan, yang kemudian menurunkan ilmunya pada anaknya Leung Bik, dan muridnya Chan Wah Sun. Dua murid besar inilah yang selanjutnya menjadi guru dari Great Grandmaster yang kelak akan mempopulerkan beladiri Wing Chun ke penjuru dunia, Ip Man.

 


Nama Bruce Lee pasti tidak asing di telinga kita, terutama bagi yang menyukai film aksi. Bruce Lee dikenal dengan gerakan-gerakan bela diri istimewa yang banyak membuat orang terkagum-kagum, bahkan tak jarang yang memutuskan untuk mempelajarinya. Aliran bela diri ini disebut dengan wing chun.

Popularitas wing chun semakin menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, sejak kemunculan film IP Man yang dibintangi Donnie Yen. Ip Man adalah guru Bruce Lee, yang memopulerkan bela diri ini.

Tidak ada kejelasan pasti siapa penemu wing chun. Sejarah wing chun lebih banyak diceritakan turun-temurun dari guru ke murid, dan tidak ada catatan resmi mengenai siapa yang menciptakan dan kapan diciptakan.

Berbagai filosofi dibuat untuk mengaburkan asal-usul pendiri wing chun. Menurut versi Ip Man, wing chun diciptakan oleh seorang pendeta wanita bernama Ng Mui. Suatu hari, Ng melihat pertarungan antara ular dan burung bangau, kemudian ia mengambil pelajaran dan mengombinasikannya dengan kungfu shaolin untuk menciptakan kungfu gaya baru.

Ng menjadi guru Yim Wingchun yang kala itu dipaksa menikah dengan jenderal militer setempat. Ng mengajari Yim ilmu barunya untuk menyingkirkan jenderal itu. Yim pun menikah dengan Leung Bok Chau dan menurunkan ilmu bela diri kepada suaminya. Leung menyebut teknik ini dengan nama "Wing Chun Kuen" untuk menghormati istrinya. Teknik inilah yang kini dikenal dengan nama "Wing Chun Kungfu".

Menurut instruktur wing chun di Indonesia, Martin Kusuma, asal-usul versi Ip Man tersebut belum pasti kebenarannya. "Memang sengaja dikaburkan. Waktu itu Hongkong sedang dalam masa perang. Kalau ketahuan pendirinya, pasti sudah dibunuh. Saat itu wing chun memang disebarkan secara tertutup."

"Cerita pendeta wanita itu memang filosofi yang paling terkenal. Tapi kalau ditelusuri, tidak mungkin. Secara logika, tidak ada pendeta wanita, semua pendeta itu laki-laki," terang Martin.

Martin mulai mendalami wing chun sejak 2010. Ia mempelajari bela diri ini langsung dari Samuel Kwok, yang merupakan murid dari anak kedua Ip Man, Ip Ching. "Setelah belajar dari Samuel Kwok, saya juga sempat belajar langsung dari Ip Ching. Sekarang beliau sudah 80 tahun dan masih mengajar. Kakaknya, Ip Chun, sudah 90 tahun dan juga masih mengajar," kata Martin.

Menurut penjelasan Martin, wing chun adalah bela diri yang bisa dilakukan siapa pun, tak terkecuali orangtua dan wanita. Alasannya, wing chun merupakan bela diri yang tidak menggunakan kekuatan. Dengan memusatkan gerakan pada sikut, para pengguna wing chun melakukan gerakan berdasarkan refleks.

"Intinya, ini adalah bela diri yang 'kosong tapi isi'. Semua gerakan dilakukan tanpa kekuatan, namun tetap bisa menghancurkan lawan," terang Martin.

Untuk bisa menguasai bela diri ini, setiap orang membutuhkan waktu yang berbeda. Ada yang bisa menguasainya hanya dalam tiga bulan, ada pula yang sudah lebih dari setahun namun belum bisa melakukan gerakan-gerakan wing chun dengan sempurna. Menurut Martin, akan lebih mudah mengajarkan seseorang yang belum memiliki dasar bela diri dibandingkan dengan yang sudah.

"Untuk belajar wing chun kita harus benar-benar rileks. Nah, mengubah seseorang yang memiliki dasar bela diri untuk bisa tetap rileks tidak gampang. Mereka tanpa sadar pasti akan bersikap siaga karena bela diri sebelumnya mengajarkan seperti itu," tuturnya.

Martin menjadi instruktur wing chun di tiga tempat di Jakarta, yakni Mangga Besar, Kelapa Gading, dan Senayan. Selain itu, program wing chun ini juga telah merambah ke Yogyakarta, Semarang, dan Solo.

 

Sumber :  http://olahraga.kompas.com/read/2013/11/30/1409121  /Wing.Chun.Bela.Diri.yang.Kosong.tapi.Isi.

http://wingchunyogyakarta.wordpress.com/sejarah-ip-man-wing-chun/

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar